Sabtu, 09 November 2013

Kompetensi Profesional Guru SD dan Pembuktiannya



SUB UNIT 1
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SD
Uraian materi
1.      Pengertian Kompetensi
Departemen pendidikan nasional (2006 : 2 ) memberi pengertian kompetensi sebagai berikut. Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. Dengan kata lain kompetensi itu merupakan kemampuan untuk kerja (ability to do) yang dilatar belakangi oleh penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Hal ini mengandung arti bahwa kualitas untuk kerja itu ditentukan oleh kualitas penguasaan pengetahuan,sikap dan keterampilan. Semakin tinggi kualitas penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan, semakin tinggi juga kualitas unjuk kerjanya, dan sebaliknya. Jadi ada korelasi positif tinggi antara tingkat penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan kompetensi yang terbentuk
            Menurut Surya dkk (2004 : 4.24) kompetensi adalah seperangkat penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan penampilan untuk kerja sebagai guru secara tepat.
2.      Kompetensi Profesional Guru SD
a.       Dirjen Dikdasmen Depdikbud (sekarang depdiknas)
Menurut dikdasmen, minimal ada 10 kompetensi yang harus ada dalam diri guru SD. Sepuluh kompetensi yang dimaksud beserta pengalaman belajar yang harus dilalui, disajikan dalam matrik berikut ini

Kemampuan Keguruan itu ada sebagai berikut
No
Kemampuan/sub kemampuan
Pengalaman Belajar
1

























2





















3









4





























5























6

























7





















8














9















10
Mengembangkan kepribadian :
a.       Bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.



b.      Berperan dalam masyarakat sebagai warga Negara yang berjiwa pancasila










c.       Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan bagi jabatan guru.




Menguasai landasan kependidikan.
a.       Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.





b.      Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat




c.       Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.



Menguasai bahan pengajaran
a.       Menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar.

b.      Menguasai bahan pengajaran





Menysusn program pengajaran.
a.       Menetapkan tujuan pengajaran.





b.      Memilih dan mengembangkan pengajaran

c.       Memilih dan mengambangkan strategi belajar mengajar.





d.      Memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai.




e.       Memilih dan memanfaatkan sumber belajar.





Melaksanakan program pengajaran.
a.       Menciptakan iklim belajar mengajar yang tepat.



b.      Mengatur ruangan belajar.










c.       Mengelola interaksi belajar mengajar.





Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.
a.       Menilai prestasi untuk kepentingan pengajaran.












b.      Meniali proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan








Menyelenggarakan program bimbingan
a.       Membimbing murid yang mengalami kesulitan belajar



b.      Membimbing murid yang berkelainan dan berbakat khusus (x).





c.       Membina wawasan murid untuk menghargai berbagai kegiatan di masyarakat.
(x) khusus untuk SGB LB




Menyelenggarakan administrasi sekolah.
a.       Mengenal pengadministrasian kegiatan sekolah







b.      Melaksakan kegiatan administrasi sekolah.



Berinteraksi dengan teman sejawat dan masyarakat.
a.       Berinteraksi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan professional.


b.      Berinteraksi dengan masyarakat untuk penunaian misi pendidikan







Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.
a.       Mengkaj konsep dasar penelitian ilmiah.





b.      Melaksanakan penelitian sederhana
1.      Mengkaji ajaran agama yang dianut
2.      Mengamalkan ajaran agama yang dianut
3.      Menghayati peristiwa yang mencerminkan sikap saling menghargai antar umat yang berlainan agama

1.      Mengkaji berbagai ciri manusia pancasila.
2.      Mengkaji sifat-sifat kepatriotan bangsa Indonesia.
3.      Menghayati iuran para patriot dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan.
4.      Membiasakan diri menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan
5.      Mengkaji hubungan manusia dengang lingkungan alamiah dan buatan
6.      Membiasakan diri menghargai dan memelihara mutu lingkungann hidup.

1.      Mengkaji sifat-sifat terpuji yang harus dimiliki oleh guru.
2.      Membiasakan diri menerapkan sifat-sifat sabar, demokratis, menghargai pendapat orang lain, sopan santun dan tanggap terhadap pembaharuan.


1.      Mengkaji tujuan pendidikan nasional
2.      Mengkaji tujuan pendidikan dasaar
3.      Meneliti kaitan antara tujuan pendidikan dasar dengan tujuan pendidikan nasional
4.      Mengkaji kegiatan-kegiatan pengajaran yang menunjang pencapaian tujuan pendidikan nasional

1.      Mengkaji peranan sekolah sebagai pusat pendidikan dan pusat kebudayaan.
2.      Menghayati peristiwa-peristiwa yang mencerminkan sekolah sebagai pusat pendidikan dan pusat budaya.

1.      Mengkaji jenis perbuatan belajar untuk memperoleh  pengetahuan, keterampilan dan sikap.
2.      Mengkaji prinsip-prinsip belajar.
3.      Belajar menerapkan prinsip-prinsip belajar dalam kegiatan belajar mengajar


1.      Mengkaji kurikulum pendidikan dasar.
2.      Menelaah buku teks pendidikan

1.      Menelaah buku pedoman khusus mata pelajaran
2.      Berlatih melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dinyatakan dalam buku teks dan buku pedoman khusus


1.      Mengkaji bahan penunjang yang relevan dengan bahan mata pelajaran pendidikan dasar.
2.      Mengkaji bahan penunjang yang relevan dengan profesi guru.

1.      Mengkaji ciri-ciri tujuan pengajaran.
2.      Berlatih merumuskan tujuan pengajaran.
3.      Berlatih menetapkan tujuan pengajaran.
1.      Berlatih memilih bahan pengajaran yang sesuai dengan tujuan pengajaran yang ingin dicapai.
2.      Berlatih mengembangkan bahan pengajran yang sesuai dengan tujuan pengajaran yang ingin dicapai.

1.      Mengkaji berbagai metode pengajaran.
2.      Berlatih memilih metode mengajar yang tepat.
3.      Berlatih merancang prosedur belajar mengajar yang tepat.

1.      Mengkaji berbagai media pengajaran
2.      Berlatih memilih media pengajaran yang tepat.
3.      Berlatih membuat media pelajaran yang sederhana.
4.      Berlatih menggunakan media pengajaran.


1.      Mengkaji berbagai jenis kegunaan sumber belajar
2.      Berlatih memanfaatkan sumber belajar yang tepat.

1.      Mengkaji prinsip-prinsip pengelolaan kelas.
2.      Mengkaji factor-faktor yang mempengaruhi suasana belajar mengajar
3.      Berlatih menciptakan suasana belajar mengajar yang baik
4.      Berlatih menangani masalah pengajaran dan pengelolaan kelas.

1.      Mengkaji berbagai model tata ruang belajar.
2.      Mengkaji sarana dan prasarana kelas.
3.      Berlatih mengatur ruang belajar yang tepat.




1.      Mengkaji berbagai cara mengamati kegiatan belajar mengajar.
2.      Berlatih mengamati kegiatan belajar mengajar.
3.      Mengkaji berbagai keterampilan dasar mengajar
4.      Berlatih menggunakan berbagai keterampilan dasar mengajar.
5.      Mempelajari berbagai pengaturan murid dalam dalam kegiatan ebelajar mengajar.
6.      Berlatih menggunakan berbagai bentuk pengaturan murid dalam kegiatan belajar mengajar.

1.      Mengkaji konsep dasar penilaian di lembaga pendidikan dasar
2.      Mengkaji berbagai teknik penilaian.
3.      Berlatih menyusun alat penilaian.
4.      Berlatih cara mengolah dan menafsirkan data untuk menetapkan taraf pencapaian murid.
5.      Berlatih menyelenggarakan penilaian pencapaian murid.


1.      Berlatih menyelenggarakan penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar
2.      Berlatih memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar

1.      Mengkaji konsep-konsep dasar bimbingan kepada murid yang mengalami kesulitan belajar.
2.      Berlatih mengenai kesulitan belajar murid.
3.      Melatih memberikan bimbingan kepada murid yang mengalami kesulitan belajar.

1.       Mengkaji anak-anak berkelainan dan berbakat khusus.
2.       Berlatih mengenal anak berkelainan dan berbakat khusus
3.       Berlatih menyelenggarakan kegiatan untuk anak berkelainan dan berbakat khusus.

1.       Mengkaji berbagai pekerjaan yang ada di masyarakat.
2.       Menghayati peranan berbagai pekerjaan yang ada di masyarakat.
3.       Berlatih menyelenggarakan kegiatan untuk menimbulkan pandangan positif terhadap berbagai jenis pekerjaan dalam masyarakat

1.       Mengkaji berbagai jenis dan sarana administrasi sekolah.
2.       Mengkaji pedoman administasi pendidikan dasar.


1.       Berlatih membuat dan mengisi berbagai format administrasi sekolah.
2.       Berlatih menyelenggarakan administrasi sekolah.

1.       Mengkaji struktur organisasi departemen pendidikan dan kebudayaan.
2.       Mengkaji hubungan kerja professional.
3.       Berlatih menerima dan memberikan balikan.
4.       Membiasakan diri mengikuti perkembangan profesi.


1.       Mengkaji berbagai lembaga kemasyarakatan yang berkaitan dengan pendidikan.
2.       Berlatih menyelenggarakan kegiatan kemasyarakatan yang menunjang usaha pendidikan.

1.       Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah yang sederhana untuk keperluan pengajaran.
2.       Berlatih menyelenggrakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran
3.       Membiasakan diri melakukan penelitian sederhaqna untuk keperluan pengajaran.
Depdikbud       (1986;3-


b . Undang – undang nomor 14 Tahun 2005 Tentang guru dan dosen.
            Dalam undang-undang ini (pasal 10 ayat 1) kompetensi guru dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu :
1.      Kompetensi Pedagogik.
Kompetensi pedagogic adalah kemampuan mengelola pembelajran peserta didik. Termasuk kedalam kemampuan ini antara lain sub-sub kemampuan :
1.      Menata ruang kelas
2.      Menciptakan iklim kelas yang kondusif
3.      Memotifasi siswa agar bergairah belajar
4.      Memberi penguatan verbal maupun non verbal
5.      Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas kepada siswa.
6.      Tanggap twrhadap gangguan kelas
7.      Menyegarkan jika kelas mulai lelah

2.      Kompetensi kepribadian
Kompetensi kebribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Termasuk dalam kemampuan ini antara lain sub-sub kemampuan :
1.      Beriman dan bertaqwa kepada Tuham Yang Maha esa.
2.      Memahami tujuan pendidikan dan pembelajaran
3.      Memahahi diri (mengetahui kelebihan dan kekurangan dirinya).
4.      Mengembangkan diri
5.      Menunjukkan keteladanan kepada peserta didik.
6.      Menunjukkan sikap demokratis, toleran, tenggang rasa, jujur, adil, tanggung jawab, disiplin, santun, bijaksana dan kreatif.

3.      Kompetensi social
Kompetensi social adalah kemampuan guru berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesame guru, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Termasuk kedalam kemampuan ini sub-sub kompetensi :
1.      Luwes bergaul dengan siswa, sejawat dan masyarakat
2.      Bersikap ramah, akrab dan hangat terhadap siswa, sejawat dan masyarakat.
3.      Bersikap simpatik dan empatik.
4.      Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan social.

4.      Kompetensi Profesional
Kompetensi professional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Pengertian ini kita temui pada bagian penjelasan pasal 10 UU No 12 Tahun 2005. Barangkali terlau sempit memberikan pengertian kompetensi professional guru seperti itu. Dengan pengertian seperti itu akan menimbulkan kesan seolah-olah profesi guru itu hanya memberikan layanan mengajar (pembelajaran). Pada hal pasal 1 undang-undang ini menyatakan bahwa tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Dijen Dikti memaknai kompetensi professional guru, khususnya guru SD secara lebih luas dan lebih lengkap, sepeti  berikut.
Mwnurut Dikti  (2006:7), sosok utuh kompetensi professional guru ( dalam hali ini guru SD ) terdiri atas kemampuan :
1.      Mengenali secara mendalam peserta didik yang hendak dilayani
2.      Menguasai bahan ilmu sumber ajaran lima mata pelajaran di SD baik dari segi :
a.       Substansi dan metodologi bidang ilmu
b.      Pengemasan bidang ilmu menjadi bahan ajar dalam kurukulum SD
3.      Menyelenggarakan pembelajaran ayang mendidik yang mencakup :
a.       Merancang program pembelajaran berdasarkan serentetan keputusan situasional
b.      Implementasi program pembelajaran termasuk penyesuaian sambil jalan berdasarkan on-going transactional decisions berhubung reaksi unik dari peserta didik terhadap tindakan guru.
4.      Mengembangkan kemampuan professional secara berkelanjutan.




SubUnit 2
Pembentukan Kompetensi Profesional Guru Sd
1.      Mengenal secara mendalam peserta didik SD
a.       Tahap perkembangan seperti kita ketahui bahwa perkembangan manusia itu berlangsung secara bertahap. Tiap-tiap perkembangan memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Dilihat dari perkembangannya, peserta didik SD yang berusia 6-12 tahun berada pada tahab kanak-kanak akhir (Elisabeth Hurlock dalam Indung Abdullah Saleh, 1975 : 8 ). Sedangkan Thornburg dalam Elida Prayitno (1991 / 1992 : 16) menyatakan bahwa peserta didik Sd berada pada tahap kanak-kanak pertengahan tahun 6-8 tahun, kanak-kanak akhir 9-11 tahun dan praremaja 9-13 tahun. Ciri khas pada tahab ini adalah bermain. Selain bermain peserta didik SD juga senang explorasi. Ia suka membongkar mainannya dan memasangnya kembali. Alat-alat permainannya yang sudah dibongkar, ada kalanya tak mampu memasang kembali dan akibatnya mainan jadi rusak
Pemahaman karakteristik peserta didik SD seperti tersebut diatas sangat berguna bagi guru dalam :
1.      Menentukan kegiatan belajar siswa.
Kegiatan belajar yang sesuai dengan karakteristik di atas adalah kegiatan belajar yang bersifat manipulative, yaitu kegiatan yang mengubah-ubah variable belajar.
2.      Mengemas kegiatan pembelajaran sehingga menjadi kegiatan yang menyenangkan. Belajar dengan nuansa bermain
b.      Perkembangan kognitifnya.
Menurut Piaget dalam Elida Priyatno (1991/1992 : 50) perkembangan kognitif peserta didik SD berada pada tahap berpikir kongkret dengan karakteristik :
1.      Peserta didik SD hanya mampu memecahkan persoalan-persoalan yang bersifat konkret (nyata), yaitu persoalan yang dapat di inderai (dilihat, didengar, diraba, dirasa, dicium). Seserta didik SD sangat sulit memahami sesuati yang berbeda dengan yang ia alami.
2.      Peserta didik SD lebih mudah memahami persoalan-persoalan yang divisualkan dari pada persoalan-persoalan yang disampaikan secara verbal.
3.      Peserta didik SD, lebih-lebih kelas awal masih mengalami kesulitan untuk memilah pengalaman belajarnya. Ia menghayati pengalaman belajarnya sebagai suatu totalitas ( Trisno Hadi Subroto dan Ida Siti Herawati, 2002 : 1.10 ) pengalaman belajar itu didahayati sebagai suatu kebulatan atau keseluruhan. Ia belum paham bahwa kebulatan (totalitas) itu dapat dipilah pilah atas bagian-bagian.
Karakteristik peserta didik Sd berdasarkan dengan perkembangan kognitifnya adalah:
a.       Berfikir kongkret
b.      Mudah memahami persoalan yang divisualkan
c.       Mengahayati pengalaman belajar secara holistic terutama pada kelas-kelas awal.
c .   Tingkat kecerdasannya
a.       Dengan menggunakan tes intelegensi kecerdasan peserta didik dapat diketahui. Untuk keperluan pendidikan data hasil tes yang berupa indek kecerdasan (IQ) . Lester D.Crow dan Alice Crow (1963 : 156) mengelompokkan kecerdasan manusia menjadi 9 kelompok, yaitu :
1.      Near genius or genius indek, kecerdasan 140 keatas
2.      Very superior, 130-139
3.      Superor, 120-129
4.      Above average, 110-119
5.      Normal or average 90-109
6.      Below average,  80-89
7.      Dull or borderline, 70-79
8.      Feeble minded, 50-69
9.      Imbecile, idiot, 49 kebawah
Guru perlu mngetahui tingkat kecerdasan peserta didiknya karena kecerdasan mempunyai andil yang besar dalam pembelajaran. Peserta didik dengan kecerdasan tinggi akan lebih mudah menguasai bahan yang dipelajari dari peserta didik yang kecerdasannya normal.
 mengetahui kecerdasan peserta didik secara akurat, diperlukan guru untuk :
1.      Menentukan tingkat kesukaran bahan yang akan dipelajari peserta didik. Bahan pelajaran yang tingkat kesukarannya lebih tinggi dari kecerdasan peserta didik akan sulit dipahami.
2.      Menentukan strategi pembelajaran yang akan ditempuh guru. Menghadapi kelas yang rata-rata peserta didiknya cerdas tentu membutuhkan strategi yangh berbeda jika dibandingkan dengan kelas yang rata-rata peserta didiknya lambat belajar

d.         Perkembangan sosialnya
peserta didik Sd yang berusias 6-12 tahun oleh ahli psikolog disebut sebagai usia berkelompok (gang age). Anak laki0laki mengelompok dengan laki-laki dan anak perempuan mengelompok dengan perempuan. Kelompok-kelompok itu semata-mata untuk bermain dan menyalurkan minat.
Karakteristik perkembangan social peserta didik SD seperti tersebut diatas berguna bagi guru untuk merancang kegiatan belajar apa yang akan dilakukan siswa. Kegiatan seperti kerja kelompok, tugas-tugas kelompok, diskusi kelompok merupakan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan karakteristik diatas.
e .        persepsi yang dimiliki
persepsi yang dimiliki peserta didik berkaitan dengan pola-pola kehidupan masyarakat dimana ia tinggal. Anak yang tinggal di lingkungan masyarakat nelayan, akan memiliki persepsi yang baik tentang jenis-jenis ikan, musim ikan, penangkapan ikan, pengawetan ikan dan sebagainya. Begitu pula  yang hidup dalam masyarakat pedagang, akan memiliki persepsi yang baik tentang jual beli, untung rugi dan lain-lain. Guru perlu memiliki persepsi yang dimiliki peserta didik dan memanfaatkannya untuk mengemas bahan pelajaran yang akan dipelajari siswa. Bahan yang dikemas sesuai dengan persepsi peserta didik akan lebih mudah dafamai dan dikuasai.
f.       Kemampuan awal prasyarat
sebelum mempelajarkan peserta didik dengan pokok bahasan tertentu, guru perlu memeriksa apakah siswa sudah memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mempelajari pokok bahasan yang akan diajarkan guru. Terutama dalam pelajaran matematika, pemeriksaan kemampuan awal peserta didik mempunyai arti yang sangat penting karena materi matematika itu sudah tersusun rapi dari yang sederhana sampai yang komplek, dari yang mudah hingga yang sulit.
Pemeriksaan kemampuan awal peserta didik bertujuan untuk mengetahui apakah peserta didik sudah memiliki prasyaratnya atau belum. Jika sudah, guru dapat langsung membelajarkan peserta didik dengan pokok bahasan yang telah disiapkan. Tetapi jika peserta didik belum menguasai prasyaratnya, maka prasyarat itu diperkuat terlebih dahulu. Sebab jika tidak kegagalan akan terjadi.
2 . Menguasai bidang ilmu sumber bahan ajaran lima mata pelajaran di SD
            Dengan cara sederhana dapat dikatakan guru SD wajib menguasai bahan ajaran bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS dan PPKN
Kemampuan menguasai bahan ajaran itu mencakup :
a.       Menguasai substansi bahan ajaran
Substansi bahan ajaran adalah bagian penting dari bahan ajaran itu. Missal bahan ajaran : pengukuran luas bangun persegi panjang. Substansi bahan ajaran itu adalah luas persegi panjang, sama dengan panjang kali lebar. Soal bentuk-bentuk persegi panjang, yang diukur luasnya, bukanlah substansi bahan ajar tersebut
b.      Menguasai metodologi bidang ilmu
Sub kompetensi ini menghendaki guru menguasai cara mengajarkannya bahan ajaran itu kepada peserta didik. Termasuk didalamnya kemampuan memiliki memilih metode yang tepat untuk tiap tiap bahan ajaran.
c.       Menguasai pengemasan bidang ilmu menjadi bahan ajar
Sub kompetensi ini menghendaki guru memiliki kemampuan mengemas bahan ajar. Mengemas bahan ajar mengandung arti mengolah, memaknai bahan ajar tersebut sehin gga menjadi sajian yang mengundang selera peserta didik untuk mempelajari dan menguasainya

3.      Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
Pembelajaran yang mendidik tidak hanya mempunyai makna mentransfer pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada peserta didk, tetapi lebih dari itu.
a.       Perancangan program pembelajaran
Sub kompetensi ini meliputi perancangan program tahunan, program semester, silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
b.      Implementasi program pembelajaran
Sub kompetensi ini menuntut guru untuk menguasai sejumlah kemampuasn, seperti kemampuan :
1.      Menata ruang kelas
2.      Memotivasi siswa
3.      Membuat kaitan antar bahan ajar
4.      Menjelaskan bahan ajaran
5.      Mengajukan pertanyaan kepaada peserta didik
6.      Menuntun siswa yang tidak dapat menjawab pertanyaan guru
7.      Memberikan acuan
8.      Memberi variasi
9.      Memberi penguatan
10.  Mengelola kelas
11.  Memberi petunjuk yang jelas
12.  Membimbing diskusi kelompok
13.  Melakukan supervise pembelajaran
14.  Menutup pelajaran
c.       Meng-ases proses dan hasil pembelajaran
Termasuk dalam sub kompetensi ini adalah kemampuan kemampuan :
1.      Membuat kisi-kisi tes
2.      Menyusun soal tes
3.      Mengadministrasikan
4.      Menganalisa butir soal
5.      Merevisi butir soal
6.      Membuat alat penilaian non tes
7.      Menentukan nilai peseta didik
d.      Menggunakan hasil asesmen terhadap proses dan hasil pembelajaran dalam rangka perbaikan pengelolaan pembelajaran secara berkelanjutan.
Sub kompetensi ini menghendaki guru menguasai kemampuan :
1.      Menganalisis hasil evaluasi
2.      Menentukan peserta didik yang sudah tuntas dan belum tuntas
3.      Menentukan factor penyebab ketidaktuntasan belajar siswa
4.      Menyusun program perbaikan dan peng-kayaan
5.      Melaksanakan pembelajaran remedial

4.      Mengembangkan kemampuan professional secara berkelanjutan.
Sebagai guru hendaknya selau meningkatkan kadar keprofesionalan yang sudah dimiliki, sehingga penampilan guru dari hari ke hari semakin professional bukan sebaliknya



1 komentar:

tetap berkarya ....
https://catatanbiruputih.blogspot.com/
https://semogadimudahkan.blogspot.com/

Posting Komentar