Senin, 04 November 2013

Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SD Kelas I dan II

A.    LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Masing – masing layanan bimbingan dan konseling menyangkut berbagai  materi yang  termuat didalam keempat bidang bimbingan, yaitu bimbingan pribadi sosial, belajar, dan karier.
1.            Layanan Orientasi dan Informasi
Layanan orientasi dan informasi kelas I dan II SD terutama  sekali diselanggarakan terhadap orang tua itu memahami kondisi dan tuntutan sekolah. Dengan pemahaman seperti itu orang tua diharapkan akan bekerja sama dan membantu sekolah demi keberhasilan pendidikan anak – anak mereka.

a.       Materi Layanan Orientasi dan Informasi
Materi layanan orientasi dan informasi di kelas –kelas rendah SD itu terutama adalah :
1)      Materi bimbingan pribadi
a)      Informasi tentang fasilitas penunjang ibadah keagamaan yang ada disekolah dan tuntutan sekolah akan kegiatan ibadah anak – anak;
b)      Informasi tentang hak dan kewajiban siswa SD karena anak masih amat tergantung dengan orang tua, maka hak dan kewajiban ini pada umumnya dilimpahkan kepada orang tua,
c)      Informasi tentang  tuntutan akan kebersihan dan kesehatan, seperti pakaiaan seragam dan kebersihannya, makan pagi dan jajan disekolah, buang air, dsb.
2)      Materi bimbingan social
a)      Informasi tentang peraturan tata tertib sekolah, seperti disiplin mengikuti pelajaran, upacara bendera, masuk dan keluar kelas, dsb.
b)      Informasi tentang tata pergaulan dan hubungan social, misalnya: bagaimana mengucapkan salam, menyapa guru, meminta izin melakukan sesuatu, mengucapkan terima kasih, meminta maaf dsb.
c)      Informasi tentang kebiasaan saling menyanyangi dan saling membantu.
d)     Inforamasi tentang kebiasaan antri secara tertib
e)      Informasi tentang adanya kegiatan ekstra kurikuler yang menunjang pengembangan social siswa, seperti Kepramukaan, dan bagaimana mengikuti kegiatan tersebut.
3)      Materi bimbingan belajar
a)      Informasi tentang kurikulum SD, yang meliputi:
·         Tujuan pendidikan SD.
·         Mata pelajaran di SD.
·         Sistem dan  pendekatan proses belajar, baik dikelas maupun diluar
·         kelas ( dirumah).
·         System ulangan , penilaiaan, rapor, dan kenaikan kelas
·         Pelayanan bimbingan dan koseling yang ada disekolah.
b)      Informasi tentang jam belajar disekolah.
c)      Informasi tentang fasilitas belajar yang ada disekolah, seperti perpustakaan, sarana olah raga.
d)     Informasi tentang kegiatan belajar yang dituntut dari siswa.
e)      Informasi tentang perlunya pengembangan kreativitas anak.
f)       Informasi tentang peranan orang tua membantu anak belajar (dirumah).
4)      Materi bimbingan karier
a)      Gambaran tentang perlu bekerja untuk menacari nafkah.
b)      Penghargaan terhadap segenap jenis pekerjaan.
c)      Gambaran tentang orang – orang yang rajin bekerja dan hasil – hasil yang mereka peroleh.
b.      Pelaksanaan Layanan Orientasi dan Informasi
Layanan orientasi dan informasi diberikan kepada orangtua diselenggarakan melalui pertemuan langsung antara para orangtua dengan guru kelas. Minimal pada setiap awal semester; sedangkan yang langsung diberikan kepada siswa dapat dilakukan melalui berbagai cara dan / bentuk kegiatan :
1)      Dalam kegiatan diluar kelas, seperti dalam upacara, ketika berbaris hendak memasuki ruang kelas, ketika menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler, dsb.
2)      Dalam kegiatan dikelas, seperti pengaturan tempat duduk dengan tertib, berdoa sebelum mulai pelajaran, mengikuti pelajaran, cara yang baik bertanya kepada guru, menjawab pertannyaan kawan dan merespon secara baik jawaban kawan, memakai alat – alat belajar, dsb.
3)      Dalam penyelenggaraan mata pelajaran tertentu, seperti tata cara pergaulan diinfusikan kedalam pelajaran Pkn, Bahasa Indonesia; gambaran tentang perlunya bekerja diinfusikan kedalam pelajaran Bahasa Indonesia, IPS yang menyangkut lingkungan sosial, berhitung, dsb.
4)      Dalam kesempatan khusus yang sengaja diadakan oleh guru, seperti penjelasan tentang kegiatan belajar sehari – hari, pekerjaan rumah, tugas – tugas piker harian, dsb.
5)      Dalam kesempatan insidential kepada siswa tertentu tentang sesuatu hal yang timbul waktu itu, seperti mengucapkan salam, cara memasuki ruangan, kerapihan dan kebersihan pakaian, memakai kamar kecil, dsb. (cara – cara dan bentuk kegiatan tersebut bervariasi dan dimodifikasi sesuai dengan materi bimbingan yang diberikan dan kondisi yang ada pada waktu  itu).
6)      Informasi berisi materi bimbingan karier dapat diberikan melalui cerita baik secara lisan maupun tulisan.
2.            Layanan Penempatan/Penyaluran
Layanan penempatan / penyaluran diselenggarakan untuk melayani siswa sesuai dengan potensi, bakat, minat, serta kondisi pribadinya. Dalam kelompok belajar misalnya, para siswa dikelompokkan sesuai dengan kecepatan belajarnya, didalam kelas, para siswa ada yang didudukkan dibelakang, didepan, disamping kiri atau kanan, berdampingan dengan si A dan si B, dan seterusnya.
a.       Materi Layanan Penempatan/Penyaluran
Materi – materi dalam layanan penempatan /penyaluran untuk para siswa kelas I dan II SD meliputi pokok berikut :
1)      Materi bimbingan pribadi
a)      Penempatan siswa pada posisi duduk didalam kelas dengan memperhatikan jenis kelamin, besar badan, kemampuan melihat dan mendengar, keberanian dan “ keagresifan”, dan karekteristik prinadi lainnya. Posisi duduk ini hendaknnya setiap kali ( minimal setiap semester) di ubah.
b)      Penempatan /penyaluran siswa kedalam kelompok dengan mempertimbangkan kecepatan belajar, misalnya ada kelompok “cepat”,”sedang”, dan “lambat”. ( Untuk keperluan lain dapat pula dibentuk “ kelompok campuran” agar siswa yang pandai dapat membantu siswa yang kurang pandai).
c)      Penempatan/penyaluran siswa dalam kelompok mempertimbangkan minat siswa, seperti kelompok untuk kegiatan keagamaan ( misalnya belajar mengaji), kepramukaan, keseniaan, olah raga, dsb.
2)      Materi bimbingan sosial
a)      Penempatan/penyaluran siswa dalam kelompok untuk membinan kerja sama dan setia kawan, seperti kegiatan gotong royong, piket harian, menjenguk kawan sakit, belajar memahami lingkungan sekitar, dsb.
b)      Penempatan secara khusus siswa yang mengalami keterlambatan atau penyimpangan sosial atau rendah diri dalam kelompok yang secara khusus dibentuk untuk membantu pengembangan kemampuan sosial siswa tersebut.
3)      Materi bimbingan belajar
a)      Penempatan siswa kedalam kelompok belajar dengan mempertimbangkan materi program pengayaan dan pengajaran perbaikan yang diperlukan siswa.
b)      Penempatan siswa kedalam kelompok belajar yang secara bersama – sama mempergunakan alat dan bahan belajar yang sama ( misalnya satu buku dipakai bersama –sama oleh lima orang siswa).
4)      Materi bimbingan karier
Untuk kelas I dan II belum ada layanan penempatan/ penyaluran dalam bimbingan karier).
b.      Pelaksanaan Layanan Penempan/Penyaluran
Layanan penempatan/penyaluran tersebut secara langsung dilaksanakan oleh guru kelas, baik untuk kegiatan – kegiatan siswa didalam kelas maupun di luar kelas. Penempatan /penyaluran siswa pada satu posisi, kelompok atau kegiatan tertentu tidak harus berlaku untuk waktu yang lama melainkan sesuai kepentingan dilakukan penempatan/ penyaluran tersebut. Sesuai dengan kepentingannya penempetan/penyaluran itu sewaktu – waktu dapat diubah/ditukar.
3.            Layanan Pembelajaran
Layanan pembelajaran bermaksud mengembangkan sikap dan kebiasaaan belajar siswa serta meninggkat seoptimal mungkin hasil belajar mereka. “ Belajar” disini dimaksudkan tidak semata – mata pelajaran saja, melainkan menyangkut pengembangan keseluruh pribadi masing – masing siswa secara utuh.
a.       Materi Layanan Pembelajaran
Materi layanan pembelajaran dikelas I dan kelas II meliputi  pokok – pokok berikut:
1)      Materi bimbingan pribadi
a)      Upaya menetapkan sikap dan kebisaan siswa untuk menunaikan ibadah agama, seperti menunaikan ibadah shalat tepat waktu bagi siswa yang beragama islam, dsb.
b)      Upaya mengembangkan sikap siswa bahwa belajar itu menyenangkan.
c)      Upaya mengembangkan sikap dan kebiasaan siswa rajin belajar.
d)     Upaya mengembangkan sikap siswa untuk memperoleh hasil belajar ( nilai ) yang setinggi – tingginya atas usaha sendiri.
e)      Upaya mengembangkan sikap siswa dalam memelihara dan memamfaatkan alat – alat belajar dengan sebaik –baiknya.
f)       Upaya mengmbangkan sikap siswa bahwa dirinya mampu belajar dengan baik.
g)      Upaya mengembangkan sikap dan kebiasaan siswa dalam menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri, misalnya selalu memperhatikan apakah yang akan dimakan itu bersih atau tidak, pakaiannya bersih atau tidak, bagaimana membersihkan kotoran yang ada, dsb.
2)      Materi bimbingan sosial
a)      Upaya mengembangkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi  dengan baik, misalnya berkomunikasi dengan kata – kata yang baik ( bukan kata- kata yang jorok atau kasar), dengan kalimat yang lancar ( tidak gagap).
b)      Upaya mengembangkan keberanian siswa berbicara dengan orang lain, baik teman sebaya, anak yang lebih besar, maupun orang dewasa. Layanan ini amat diperlukan bagi siswa yang rendah diri atau terisolisasikan dari kawan – kawannya.
c)      Upaya mengembangkan kemampuan siswa dalam penggunaan atribut hubungan sosial yang paling awal, seperti mengucapkan salam, mengucapkan terima kasih apabila menerima sesuatu, meminta maaf apabila menerima sesuatu, meminta maaf apabila melakukan sesuatu yang salah, meminta izin untuk melakukan sesuatu yang khusus, dsb.
d)     Upaya mengembangkan sikap dan kebiasaan siswa untuk menyayangi teman.
e)      Upaya mengembangkan sikap dan kebiasaan siswa hormat kepada orang tua dan orang dewasa lainnya.
f)       Upaya mengembangkan sikap dan kebiasaan siswa mematuhi peraturan, seperti peraturan sekolah, peraturan lalu lintas, peraturan dirumah, dsb.
g)      Upaya mengembangkan sikap dan kebiasaan siswa memelihara dan melestarikan lingkungan, seperti memelihara bunga – bunga dihalaman sekolah, menjaga kebersihan lingkungan ( antara lain membuang sampah ditempatnya, membersihkan meja, kursi, lantai, almari, dinding, dan berbagai alat yang kotor), memelihara benda – benda dan peralatan dengan cermat, menyayangi binatang, dsb.
3)      Materi bimbingan belajar
a)      Upaya menyajikan materi pengayaan kepada siswa yang cepat belajar dalam mata pelajaran tertentu.
b)      Upaya penyajiaan perbaikan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar dalam mata pelajaran tertentu.
c)      Upaya meningkatkan gairah belajar, misalnya dengan mengadakan lomba sederhana hasil karangan dan gambaran anak – anak, dsb.
d)     Upaya meniadakan faktor – faktor yang menyebabkan siswa-siswa lambat atau kurang gairah dalam belajar, seperti suasana  kelas kurang nyaman  dan tidak menyenangkan, suasana hubungan sosio-emosional antar teman sekelas yang kurang menyenangkan, hubungan sosio-emosional dirumah kurang menyenangkan, kemampuan fisik menurun karena tidak makan pagi atau kekurangan gizi, dsb.
4)      Materi bimbingan karier
Untuk kelas I dan II belum ada layanan penempatan/penyaluran dalam bimbingan karier).
b.      Pelaksanaan Layanan Pembelajaran
Berbeda dari layanan orientasi dan informasi yang diberikan melalui penjelasan atau uraiaan, maka layanan pemebelajaran lebih berupa tindakan atau upaya langsung dari guru kelas terhadap para siswanya, baik dalam bentuk petunjuk, nasehat, ajakan, perintah, pemberiaan contoh ataupun latihan – latihan tertentu. Para siswa diberi petunjuk, nasehat, perintah, ajakan, contoh – contoh  dan atau latihan agar mereka benar – benar  belajar sehingga pada diri siswa itu secara perorangan tertananam  sikap dan kebiasaan  yang di maksudkan dan tercapai hasil belajar yang optimal, tidak hanya ada kaitan dengan mata pelajaran dikelas yang bersangkutan tetapi juga hal – hal yang lain yang diperlukan dalam pengembangan diri secara utuh.
B.     KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN DAN KONSELING

1.      Aplikasi Instrumentasi dan Himpunan Data
Aplikasi instrumentasi ( baik tes maupun non – tes ) yang secara langsung dikenakan kepada para siswa hampir – hampir tidak ada, kecuali untuk siswa terterntu yang memerlukannnya pengungkapan data khusus, misalnya perlu dites intelegensinya. Tes Intelegensi itupun tidak diselenggarakan oleh guru kelas, melainkan oleh Guru pembimbinng atau ahli lain yang berkewenangan untuk itu.
Istrumentasi berupa angket yang ada perlu diisi orang tua siswa, yaitu terutama yang menyangkut:
a.       Identitas pribadi siswa.
b.      Latar belakang rumah dan keluarga.
c.       Sejarah kesehatan siswa.
Hasil pengisian angket itu kemudian disimpan dalam bentuk himpunan data. Himpunan data ini selanjutnya dipelihara dan dikembangkan sehingga memuat berbagai  keteranngan penting tentang siswa yang bersangkutan. Selanjutnya, himpunan data itu dilengkapi dengan:
d.      Nilai – nilai hasil belajar
e.       Kegiatan ekstra – kulikuler
2.      Konfrensi Kasus
Konfrensi kasus perlu diselenggarakan untuk membahas permasalahan siswa yang memerlukan keterangan dan penanganan yang lebih luas. Konfrensi kasus ini diselenggarakan oleh guru kelas dengan mengundang orangtua siswa, Kepala Sekolah, dan jika diperlukan mengikutsertakan pula guru kelas lain, guru agama, dan guru penjaskes yang mengajar siswa tersebut, serta seorang guru pembimbing SLTP atau SLTA terdekat. Hasil konfrensi kasus ini dipergunakan oleh guru kelas untuk melaksanakan pelayanan bimbingan konseling lebih lanjut terhadap siswa yang bersangkutan.
3.      Kunjungan Rumah
Kunjungan rumah perlu dilaksanakan oleh Guru Kelas apabila untuk permasalahan siswa yang sedang ditangani diperlukan keterangan lebih jauh dari dan tentang orang tuanya Serta tentang kondisi keluarganya, dan/atau Guru Kelas ingin menyampaikan sesuatu kepada orang tua siswa tentang permasalahan anaknya itu. Hasil kunjungan rumah dapat dipergunakan oleh Guru Kelas untuk melanjutkan pelajarannya terhadap siswa yang bersangkutan. Lebih jauh, dengan kunjungan rumah itu orang tua dapat diajak bekerja sama untuk mengentaskan permasalahan siswa tersebut.
Kegiatan kunjungan rumah dapat diganti dengan pemanggil­an orang tua ke sekolah. Namun demikian, kunjungan rumah secara langsung akan lebih menguntungkan, karena penerimaan orang tua terhadap guru di rumahnya sendiri akan lebih akrab sehingga lebih memungkinkan dijalinnya kerja sama. Di samping itu, kunjungan I memungkinkan rumah lebih memungkinkan Guru Kelas melihat secara langsung dan memahami lebih mendalam suasana rumah dan keluarga siswa yang sedang dibimbingnya itu.
4.      Alih Tangan Kasus Tangan Kasus

Alih Tangan kasus dilaksanakan apabila Guru Kelas merasa kurang berkemampuan menangani permasalahan siswanya. Pertama-tama alih tangan dilakukan kepada Kepala Sekolah. Apabila penanganan masalah itu belum tuntas juga alih tangan dapat dilakukan kepada salah seorang Guru Pembimbing dari SLTP/SLTA terdekat- Satu hal yang perlu mendapat perhatian ialah bahwa alih tangan itu perlu sepengetahuan dan terlebih dahulu mendapat izin dari orang tua siswa.

ayietajima.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar